Catatan Pinggir Dari Tepi Jaman Terpinggirkan
Dalam rumah ini, ada tujuh nyawa yang sedang kelaparan
sedang tetangga sebelah, depan dan belakang, juga ada belasan....bahkan puluhan mulut yang sedang menganga, entah kepanasan karena udara yang sudah sarat polusi, ataukah karena kelaparan.
diantaranya, ada yang sudah sampai pecah bibirnya.....dehidrasi dan kurang gizi.
jangankan untuk besok, hari ini saja belum ada kepastian semua penghuni rumah bisa makan atau tidak
Di Simpang Jalan Kenangan
Dalam kembara kali ini, aku hampir saja tersesat saat susuri kerikil menuju pulang..
diantara bunga trotoar dan celoteh genit hiruk pikuk jalanan
Sekian tonggak telah kucabuti kembali, setelah sedemikian susahnya kupancang
Sekian pelabuhan tua telah kusinggahi.......
Simpang jalan...yang erat sembunyikan kenangan-kenangan...
Dan hari ini...disini..persinggahanku yang terakhir,
sebelum tiba di pelataran yang sesungguhnya.....
Ada sesuatu yang kuat, menahan langkahku pergi
diantara bunga trotoar dan celoteh genit hiruk pikuk jalanan
Sekian tonggak telah kucabuti kembali, setelah sedemikian susahnya kupancang
Sekian pelabuhan tua telah kusinggahi.......
Simpang jalan...yang erat sembunyikan kenangan-kenangan...
Dan hari ini...disini..persinggahanku yang terakhir,
sebelum tiba di pelataran yang sesungguhnya.....
Ada sesuatu yang kuat, menahan langkahku pergi
Asa (2)
Mata basah karena kerinduan
Hati gelisah karena kesepian
Bila cinta seputih salju,
Mungkinkah kita sia-siakan??
Ibarat bunga di tepi jurang
Mudah di rasa, tapi sukar di dapat..??
Hati gelisah karena kesepian
Bila cinta seputih salju,
Mungkinkah kita sia-siakan??
Ibarat bunga di tepi jurang
Mudah di rasa, tapi sukar di dapat..??
Langganan:
Postingan (Atom)

